Jerman Miskin Data Penjualan Ritel Yang Melemahkan Euro Dolar

 

Euro bergerak zigzag fashion terhadap greenback kemarin di sesi sebagai data zona euro yang tidak memenuhi analis harapan. Ada juga rumor penundaan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa. Dimulainya kembali pembicaraan antara AS dan China juga telah berubah greenback bullish. Setelah pembukaan di 1.1287 kemarin, pasangan EUR/USD memukul rendah dari 1.1275, dibalik tren untuk mencapai 1.1322, dan akhirnya turun lagi untuk berdagang di dekat 1.1285.

Pasangan mata uang tersebut dibuka dengan catatan bearish kemarin, dalam kelanjutan dari hari senin tren. Namun, rumor penundaan penurunan suku bunga oleh ECB memicu pembalikan dalam pasangan mata uang. Cerita itu bahwa ECB akan memangkas suku di monitor rapat kebijakan yang akan diadakan pada bulan juli. Pasar uang sekarang hanya memberikan kesempatan 50% untuk sepuluh basis poin suku bunga bulan ini. Namun, pasar memberikan 100% peluang untuk penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan September. Suku bunga membuat mata uang tidak menarik bagi investor. Oleh karena itu, rumor penundaan penurunan suku bunga mendorong euro. Mata uang umum tidak mampu untuk mengkonsolidasikan keuntungan karena lemahnya data penjualan ritel jerman.

Kantor Statistik Federal menyatakan bahwa penjualan ritel dikontrak 0.6% m-o-m pada bulan Mei, dibandingkan dengan 1% kontraksi di awal bulan. Para ekonom telah mengantisipasi penjualan ritel naik 0,5% pada periode yang dilaporkan. Terutama, sebuah survei yang diterbitkan pekan lalu menunjukkan penurunan sentimen konsumen jerman.

Demikian juga, Eurostat juga melaporkan 0.1% m-o-m penurunan di zona Euro menghasilkan harga indeks pada bulan Mei, dibandingkan dengan penurunan 0,3% yang diposting di awal bulan. Para analis telah diantisipasi PPI meningkat sebesar 0.1%

Lemahnya data ekonomi tidak membantu euro untuk mengkonsolidasikan tanah terhadap greenback, hasil pertemuan para pemimpin UNI eropa untuk memilih eksekutif untuk posting atas juga tidak membangkitkan respon positif dari pasar. UNI eropa dinominasikan Christine Lagarde, IMF managing director, menggantikan Presiden saat ini, Mario Draghi, di ECB. Menariknya, Draghi akan pindah ke IMF. Lemahnya data ekonomi yang diantisipasi untuk menjaga euro bearish dalam jangka pendek.

Greenback, sebaliknya, didukung oleh harapan adanya solusi damai untuk AS-China trade kekayaan intelektual dan isu-isu terkait.

Secara teknis, EUR/USD telah menembus support di 1.1310. Berikutnya support utama ada di 1.1215. Selain itu, stochastic oscillator berada di zona bearish. Oleh karena itu, kami mengantisipasi pasangan mata uang ini untuk bergerak turun dalam jangka pendek.

Disclaimer: keuangan analisis trading yang ditawarkan di sini adalah pendapat kami, dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat atau arahan bagi investor. Kami tidak bisa menjamin keberhasilan dari setiap transaksi yang dilakukan sebagai konsekuensi dari artikel ini, dan kami mendorong para pedagang untuk menggabungkan strategi manajemen uang yang kuat untuk membatasi kerugian ketika mereka memasuki pasar. Silahkan gunakan artikel ini sebagai bagian dari penelitian anda sendiri sebelum merumuskan strategi sebelum trading.

Baca Juga: