Swiss Posting Pertumbuhan Ekonomi yang Lemah Di 2Q19

 

Greenback melemah terhadap Swiss franc di sesi Eropa kemarin setelah data GDP menunjukkan yang lebih baik dari yang diantisipasi pertumbuhan di kuartal kedua fiskal tahun 2019. Namun, Bank Nasional Swiss (SNB) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga, yang saat ini di -0.75%, karena ekonomi diperkirakan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, AS dan China telah sepakat untuk bertemu face-to-face pada bulan oktober untuk membahas sengketa perdagangan yang sedang berlangsung. Dalam 24 jam terakhir, USD/CHF, setelah pembukaan di 0.9896, mencapai tinggi dari 0.9928 dan kemudian terjun ke 0.9798. Pada saat menulis artikel ini pasangan mata uang telah pulih untuk diperdagangkan di 0.9870 tingkat.

Menurut State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swiss pertumbuhan ekonomi melambat pada penurunan permintaan domestik dan penurunan ekspor. Ekonomi tumbuh 0,3% q-o-q di 2Q19, setelah mencatat pertumbuhan 0,4% pada kuartal sebelumnya. Kuartal Maret angka yang direvisi turun dari 0,6%. Ekonom perkirakan pertumbuhan menurun menjadi 0,2% dalam melaporkan kuartal.

Pada basis tahunan, ekonomi tumbuh sebesar 0,2%, turun dari 1% pada kuartal pertama tahun 2019. Dilaporkan angka meleset dari perkiraan ekonom sebesar 0,9% pertumbuhan dengan margin yang cukup besar.

Terutama, sektor industri led Swiss pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir. Sementara output manufaktur naik 1,3%, sektor konstruksi diposting 0.1% pertumbuhan. Namun, perdagangan turun 0.3%.

Rincian dari data GDP menunjukkan bahwa konsumsi swasta tumbuh sebesar 0,3%, sementara belanja pemerintah meningkat 0.1%. SECO disorot 'pasti lingkungan' sebagai alasan utama untuk penurunan dalam investasi oleh perusahaan-perusahaan. Sementara sektor konstruksi dilaporkan 0.1% q-o-q penurunan investasi, peralatan mencatat penurunan 1%.

Barang-barang ekspor dan impor turun 0,8% dan 1,7%, masing-masing. Demikian juga, layanan ekspor turun 0,2%, tapi pelayanan impor meningkat 1.5%. Menurut David Oxley, seorang ekonom di Capital Economics, ekonomi akan lebih melambat selama sisa tahun 2019. Setengah dari ekspor Swiss mencapai kawasan euro. Perang dagang, Brexit, dan ketidakpastian keseluruhan dalam perdagangan global diharapkan untuk lebih meredam ekspor. Menurut ING, perekonomian diperkirakan tumbuh hanya kurang dari 1% di tahun 2019, turun dari 2,8% pada tahun 2018. Namun, bank sentral Swiss berlanjut ke pola yang optimis pertumbuhan PDB dari 1.5% pada tahun 2019, angka yang jauh lebih tinggi dari momentum saat ini.

Swiss National Bank mempertahankan suku bunga diferensial dari 35 basis poin dengan suku bunga di zona Euro. Jika ECB garis miring suku bunga sebesar 20 basis poin pada September pertemuan kebijakan moneter, maka SNB akan dipaksa untuk memotong suku bunga ke -1% untuk menghindari serius dampak negatif pada perekonomian.

Selain itu, SNB diharapkan untuk campur tangan di pasar, seperti biasa, untuk menjaga franc lemah. ING analis mengantisipasi SNB untuk kedua campur tangan dan memangkas suku bunga untuk mencegah apresiasi franc.

Dalam pernyataannya pada pertumbuhan PDB, ING berkata: "Sejak agustus, ada bukti bahwa bank sentral Swiss campur tangan secara teratur di pasar valuta asing. Pada kenyataannya, ini adalah hal pertama yang SNB tidak ketika CHF menghargai terlalu banyak. Jika franc memperkuat lebih lanjut karena kebijakan moneter yang lebih akomodatif oleh ECB dan meningkatnya ketidakpastian global, SNB mungkin perlu untuk menerapkan langkah-langkah lain, termasuk penurunan suku bunga."

Terutama, bank-bank sentral di seluruh dunia telah memangkas suku bunga (Korea Selatan, Thailand, Indonesia & India) atau menunjukkan kesediaan mereka (Jepang) untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, AS Fed memangkas suku bunga pada bulan juli.

Tingkat bunga potong skenario ini diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan. 24 dari 25 analis yang disurvei oleh Reuters mengharapkan rusia bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 7% dalam hari ini rapat kebijakan. Sementara pemotongan suku bunga pada bulan juni dan juli, bank sentral Rusia mengisyaratkan pemotongan suku bunga lebih lanjut di tengah-tengah lemah tekanan inflasi. Societe Generale wakil kepala bergema pandangan yang sama kemarin.

Sementara itu, Kementrian Perdagangan Cina mengumumkan bahwa AS dan para pemimpin Cina telah sepakat untuk wajah-to-face meeting pada oktober. Pertemuan akan diadakan di Washington, D. c., pada awal oktober. Ekuitas pasar telah merespon positif pertemuan itu. Fakta-fakta yang disajikan di atas menunjukkan bahwa franc akan tetap lemah dalam waktu dekat.

Secara teknis, USD/CHF grafik menunjukkan bahwa pasangan mata uang telah membentuk double bottom di 0,9715 tingkat. USD/CHF juga bergerak dalam saluran menaik, sedangkan momentum meningkat. Sebagai hasilnya, kita dapat mengharapkan greenback untuk keuntungan yang lebih tinggi terhadap franc Swiss.

Disclaimer: keuangan analisis trading yang ditawarkan di sini adalah pendapat kami, dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat atau arahan bagi investor. Kami tidak bisa menjamin keberhasilan dari setiap transaksi yang dilakukan sebagai konsekuensi dari artikel ini, dan kami mendorong para pedagang untuk menggabungkan strategi manajemen uang yang kuat untuk membatasi kerugian ketika mereka memasuki pasar. Silahkan gunakan artikel ini sebagai bagian dari penelitian anda sendiri sebelum merumuskan strategi sebelum trading.

Baca Juga: